Rabu, 10 Juli 2019

Salah Tuduh


Dalam usahanya yang semakin naik daun, Pak Tora berencana untuk membuka usaha lagi. Ia sudah membeli sebuah kios di pasar yang ukurannya cukup luas. Usahanya sebagai penjual sembako sukses membawa dirinya menjadi pengusaha kaya raya. Untuk kelanjutan usahanya, Pak Tora akan membuka bisnis gerabah atau perlengkapan rumah tangga. Karena menurutnya saat ini semakin banyak orang membuat usaha properti berupa perumahan dan pasti sang penghuni akan mencari perlengkapan untuk mengisi rumah barunya. Pak Tora pun semakin yakin ketika sang istri setuju dan mensupport dirinya untuk membuka bisnis barunya itu.

Beberapa bulan setelahnya toko gerabah milik Pak Tora sudah resmi dibuka. Kini, ia harus berbagi tugas dengan Bu Piah, istrinya. Pak Tora akan memegang toko gerabah dan Bu Piah tetap memegang usaha sembakonya. Mereka berdua berharap usahanya kini akan selalu berjalan dengan lancar dan berkah. Ketiga anaknya yang masih bersekolah harus fokus kepada sekolahnya dan kadang juga membantu berjualan di pasar jika libur sekolah.Semakin lama usaha Pak Tora semakin ramai pembeli. Toko milik Pak Tora sudah terkenal dimana-mana. Banyak orang dari jauh sengaja datang ke toko Pak Tora karena kualitas barang dan harganya tidak mengecewakan para pembeli. Begitu pula dengan usaha sembako yang semakin lengkap.

Pak Tora dan Bu Piah tidak pernah saling ikut campur urusan toko. Mereka fokus pada masing-masing toko dan terus berusaha untuk mensukseskan bisnisnya. Pada posisinya yang sedang di atas itu, Pak Tora memilih menginvestasikan uangnya lagi dengan membuka toko gerabah lagi. Toko itu akan dipegang oleh adik Pak Tora yang kebetulan baru saja resign dari kerjaannya. Pak Tora ingin adiknya juga bisa menjadi sukses seperti dirinya. Tapi, saat ini usia Pak Tora semakin tua dan ia semakin lelah untuk bekerja terlalu lama. Akhirnya toko yang satunya juga ditanggung jawabkan kepada tetangga Pak Tora, yakni Pak Mamad yang merupakan guru mengajinya.

Pak Tora percaya penuh dengan Pak Mamad karena menurutnya Pak Mamad adalah orang yang jujur dan mengerti agama. Pak Mamad akan mendapatkan persenan dari penghasilan toko.Setelah dipegang oleh Pak Mamad, Toko Pak Tora memang semakin ramai. Terlebih karena Pak Mamad adalah orang yang ramah sekali dengan pelanggan. Persenan yang didapatkan oleh Pak Mamad pun semakin banyak sehingga Pak Mamad bisa memperbaiki rumahnya yang sudah tua itu menjadi rumah yang lebih layak ditinggali. Pak Tora melihat kemajuan yang dialami oleh Pak Mamad, namun tidak dengan adiknya. Akhirnya Pak Tora menuduh bahwa Pak Mamad telah melakukan kecurangan.Ia menganggap Pak Mamad mengambil keuntungan yang lebih besar karena banyak pelanggan yang komplain dengan harga di toko Pak Tora.

Pak Mamad pun diberhentikan dari pekerjaannya.Usai diberhentikan, ternyata toko Pak Tora malah semakin sepi pelangan. Setelah diperiksa, akhirnya terungkap bahwa yang menaikkan keuntungan lebih adalah adiknya sendiri. Di toko yang diberikan Pak Tora kepada adiknya, sang adik sengaja menaikkan keuntungan uang yang di dapat bisa lebih banyak. Pak Tora sangat kecewa dengan sang adik. Akhirnya Toko yang dipedang oleh sang adik diberikan lagi kepada Pak Mamad. Kini, Pak Tora harus memegang satu tokonya lagi dan yang satu kembali dipegang oleh Pak Mamad. Bisnis Pak Tora pun kembali stabil seperti semula dan Pak Tora semakin banyak membuka lowongan pekerja untuk orang-orang yang membutuhkan. Sementara adik Pak Tora adalah salah satu karyawan yang kini hanya menjadi kuli angkat gerabah yang dipesan oleh pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar