Rabu, 10 Juli 2019

Membunuh dan Terbunuh


Kasus pembunuhan yang terjadi di kampung sebelah desaku masih menjadi misteri dan juga menjadi perbincangan banyak orang. Hari ini akan diungkapkan siapa sebenarnya pembunuh yang tidak berhati itu. Korban dari pembunuhan tersebut adalah seorang wanita yang berprofesi sebagai penjahit dan seorang pemuda. Korban wanita itu adalah tetanggaku, ia tinggal bersama suami dan satu orang pembantu di rumahnya. Mereka belum memiliki seorang anak sehingga pasangan suami tersebut memiliki pekerjaan masing-masing untuk menyibukkan dirinya.

Sebelum terjadi pembunuhan itu, Beli, suami dari Anti, wanita yang menjadi korban pembunuhan memang kerap sekali menasihati istrinya supaya tidak terlalu lelah bekerja. Ia ingin memiliki seorang anak. Pasangan suami istri tersebut sudah berulang kali menjalani program kehamilan, namun tetap saja karena kesibukan masing-masing dan kadang juga pesanan jahitan yang menumpuk membuat Anti mau tidak mau harus bekerja sehingga berulang kali juga usahanya untuk hamil selalu gagal.
Suaminya yang bekerja sebagai buruh pabrik jarang sekali menemani sang istri di rumah. Anti hanya ditemani oleh pembantunya yang selain membantu keperluan dapur juga membantu menjahit pesanan dari pelanggan.

Beli yang selalu pulang di tengah  malam menjadi jarang berkomunikasi dengan sang istri. Dirinya lebih banyak berinteraksi dengan kawan-kawan di pabrik, sementara Anti lebih banyak berinteraksi dengan pelanggannya. Keduanya sama-sama sibuk menyelesaikan target kerja masing-masing.Suatu hari, datang seorang laki-laki, teman lama Anti yang sengaja berkunjung ke rumah untuk memesan baju untuk seragam pernikahan kakaknya. Laki-laki itu mengajak Anti untuk ikut dirinya memilih bahan yang sekiranya bagus untuk digunakan di pesta pernikahan. Tanpa diketahui suaminya, Anti pergi bersama laki-laki itu untuk memilih bahan di toko.

Pembantunya pun tidak pernah bercerita apa-apa mengenai Anti dan teman barunya karena yang ia tahu hanya sebatas persoalan pelanggan dan pembeli.Di tengah perjalananya menuju ke rumah, Beli bertemu dengan seorang gadis, tetangga yang baru saja mengontrak tidak jauh dari rumahnya. Gadis tersebut memang baru saja datang dari kampung dan berencana mencari pekerjaan di kota. Ia merasa hidupnya di kampung hanya begitu-begitu saja dan selalu menjadi bahan pembicaraan orang karena belum juga menikah. Gadis itu memberitahu Beli bahwa istrinya tadi siang pergi bersama seorang laki-laki dan pulang pun diantar. Hal tersebut membuatnya kesal dan marah. Ia cepat pulang ke rumah dan tidak sabar untuk menginterogasi sang istri.

Sesampainya di rumah, Beli dan Anti bertengkar hebat. Tidak ada yang melerai mereka karena si pembant pun sudah pulang ke rumahnya. Beli menganggap bahwa Anti telah bermain dengan laki-laki lain tanpa sepengetahuan dirinya. Anti yang tidak merasa mengkhianati pun tidak mau menjawab dan terus mengelak, karena baginya memang tidak terjadi apa-apa. Hal itu membuat Beli semakin geram dan mencari laki-laki itu. Setelah bertemu dengan laki-laki itu, Beli tak sabar untuk menghabisinya karena dendam cemburunya. Beli dengan tega membunh laki-laki itu tanpa diketahui oleh orang lain. Ia segera pergi menghilangkan jejak dan pulang kerumah. Sesampainya di rumah, ia memanggil-manggil sang istri dengan gelisah.

Tapi, tak ada sekali pun jawaban dari sang istri. Ia mencarinya kemana-mana. Ia mendengar kucuran air kran dari kamar mandi. Ia mengira sang istri sedang mandi. Ia menunggu hingga lama sekali. Beli penasaran dan memanggil istrinya lagi, namun tetap tidak ada jawaban. Akhirnya ia membuka pintu kamar mandi dan melihat karung besar berisi mayat sang istri. Beli pun berteriak meminta tolong kepada tetangga sekitar. Setelah menunggu lama tentang hasil pemeriksaan kasus pembunuhan tersebut. Polisi menemukan dan menangkap Beli sebagai pembunuh pemuda yang berteman dengan istrinya dan gadis tetangga barunya yang membunuh Anti karena keinginannya mendapatkan Beli untuk menjadi suaminya agar dirinya tidak susah-susah lagi mencari pekerjaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar